Wow ! Lawan Klub Kebanggaan Dunia, Arsenal Pakai Pemain di Bawah Umur !?

Arsenal menyelesaikan pertandingan grup mereka di Liga Europa dengan kemenangan. Melawan klub kebanggaan seluruh umat dunia yaitu Qarabag FK, “The Gunners” berhasil menang dengan skor tipis 1-0. Kemenangan ini tak mengubah status mereka yang sudah pasti jadi juara grup dan lolos ke babak 32 besar.

Sumber : Pihak ketiga

Arsenal sendiri menggunakan banyak pemain di bawah umur pada laga itu. Meski demikian pada pojok kiri atas tayangan di televisi tidak terdapat R-BO yang artinya tayangan dikhusukan untuk remaja macam kalau sedang nonton kartun Tayo.

Maklum, Arsenal memang sudah pasti lolos ke babak selanjutnya dan pasti jadi juara grup. Jadi kalah berapapun tidak masalah sebenarnya untuk Arsenal. Coba di pertandingan final berani seperti itu. Baru patut diacungi lima jempol.

Total ada enam pemain yang berusia di bawah 21 tahun yang diturunkan di laga ini. Beberapa di antaranya bahkan baru berumur remaja-remaja tanggung yang baru lulus SMA.

Mudah sekali untuk mengenali para pemain muda Arsenal ini. Sebab nomor punggungnya pasti dua digit dan di atas 30 biasanya. Meski banyak memainkan banyak pemain mudanya, Arsenal nampak tetap mendominasi meski kesulitan untuk membuat peluang bersih.

Qarabag lebih kasihan lagi, melawan “Young Gunners” mereka bahkan hanya menciptakan satu tembakan yang juga tidak tepat sasaran sepanjang pertandingan. “Tega, tega, tega” kalau ujar Bung Jebret.

Serangan mereka pun terlihat sangat sepi yang bahkan mungkin terdengar suara jangkrik di bawah rumput Emirates Stadium saking ‘krik-krik’-nya serangan mereka.

Kombinasi pemain senior dan muda Arsenal berjalan dengan baik dan membuat Qarabag terus mendapat tekanan. Sebuah tendangan kotak+R2 dari pemain berusia 17 tahun yaitu Bakayo Saka di menit kesembilan nyaris saja menjadi gol andai kiper tidak mau menepis bola.

Pada menit ke-16 Arsenal akhirnya membuka keunggulan melalui gol Alexandre Lacazette. Mendapat sodoran dari Mesut Ozil, Lacazette kemudian bergoyang meski tidak rusuh seperti saat nonton dangdut.

Goyangannya sukses mengecoh bek Qarabag sebelum ia akhirnya melepaskan tembakan dari sudut sempit yang berbuah gol. Skor 1-0 bertahan hingga akhir babak pertama.

Sementara Arsenal kesulitan untuk menembus pertahanan Qarabag yang ramai betul macam sedang bubaran anak sekolah. Qarabag juga sukses membuat kiper Arsenal yaitu Emi Martinez banyak bengong karena tidak mendapat serangan.

Satu-satunya peluang Qarabag di laga itu adalah sundulan pemain bernomor 77 yang mengambang entah ke mana di menit ke-57.

Hingga pertandingan berakhir, kedua tim sama-sama kesulitan untuk mengembangkan permainan hingga skor tetap bertahan. Arsenal unggul 1-0 atas tamunya dan berhak lolos sebagai juara grup.

Terkait dengan banyaknya pemain muda yang dimainkan Arsenal pada laga itu, Unai Emery mengatakan bahwa tim memang punya tanggung jawab terhadap pemain binaan mereka.

“Kami memiliki tanggung jawab kepada setiap pemain muda untuk memberi mereka peluang untuk berlatih bersama kami,” kata Emery dikutip dari Standard.co.uk (14/12/2018).

“Kami sangat berharap pada penampilan mereka. Kami memberi mereka kesempatan ini di pertandingan seperti hari ini ketika kita bisa melakukan itu. Mereka menunjukkan kepada kita hal-hal positif di setiap pertandingan.”

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==