Oh Ronaldo, Kenapa Harus Sabotase Gol Dybala Yang Bisa Jadi Terbaik Di Liga Champions Musim Ini ?

Jika kemarin kita disuguhi aksi Lionel Messi bersama Barcelona di babak kedua melawan Tottenham Hotspur, maka pada Kamis dini hari tadi kita dapat menyaksikan mega bintang lainnya, Cristiano Ronaldo, berlaga 90 menit penuh membela Juventus di kandang Young Boys.

Sumber : Pihak ketiga

Duo pemain terbaik dunia tersebut sama-sama gagal menginspirasi tim mereka masing-masing, di mana Barcelona ditahan imbang 1-1 Spurs di Nou Camp, sedangkan Juventus harus pulang ke Turin dengan nihil poin karena secara mengejutkan dikalahkan 2-1 oleh tuan rumah Young Boys.

Nyonya Tua lolos ke babak sistem gugur Liga Champions setelah finis di puncak Grup H, meskipun mengalami kekalahan kedua mereka di babak penyisihan pada tengah pekan ini. Meski telah dipastikan melaju ke babak 16 besar, Massimiliano Allegri tetap menurunkan line up kuatnya kala melawan juara Swiss, termasuk menampilkan Ronaldo sejak menit awal.

Namun, Young Boys - yang finis di dasar klasemen Grup H - membuat kejutan dengan unggul 2-0 terlebih dahulu lewat brace striker Guillaume Hoarau. Paulo Dybala, yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, membalaskan satu gol bagi tim tamu dengan tendangan luar biasa dari luar kotak penalti.

Penyerang internasional Argentina itu kemudian berpikir bahwa ia akan menyamakan kedudukan dengan tembakan melengkungnya dari tepi kotak 16 Young Boys di detik-detik terakhir, namun hanya saja, asisten wasit bergegas menaikkan bendera setelah Ronaldo berusaha untuk mendapatkan sentuhan terakhir.

Dybala melakukan sepakan dahsyat dari tepi kotak 16 Young Boys.

Ronaldo yang membelakangi gawang mencoba melompat dan bola tipis mengenai kepalanya.

Sumber : Pihak ketiga

Dybala - yang sudah terlihat merayakan golnya - melakukan tendangan setengah voli dengan kekuatan yang tak terbendung ke arah pojok kanan atas gawang kiper Marco Wolfli. Andai Ronaldo tak melakukan intervensi dan gol tersebut disahkan, maka Itu akan menjadi salah satu lesakan terbaik di Liga Champions sejauh musim ini.

Oh Cristiano, kenapa kau tega merampok gol berkelas Dybala. Sekarang pemenang lima kali Ballon d'Or itu tahu bagaimana perasaan Luis Nani di tahun 2010, ketika gol indahnya ke gawang Spanyol dibatalkan oleh sentuhan akhir rekan setimnya di Portugal.



Setelah mengecoh Gerard Pique yang meluncur melakukan sliding tackle, kemudian CR7 dengan gemilang mengangkat bola melewati jangkauan Iker Casillas. Tapi, Nani dengan misterius menyundul bola ke gawang sehingga ia dinyatakan terperangkap off-side.

Dybala yang melakukan selebrasi mendadak berhenti.

Dybala, di sisi lain, tampak sangat terpukul setelah melihat bendera dari asisten wasit dikibarkan, tetapi ia tampak lebih jengkel lagi terhadap upaya 'nakal' Ronaldo untuk menambah menambahkan tandukan kepada golnya.

Menyusul kekalahan 2-1 Bianconeri, Ronaldo mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya akan fokus pada fase knock out yang indah ​​dari Liga Champions. "Sekarang bagian indah Liga Champions akan segera dimulai, dan saya yakin kami akan sepenuhnya siap untuk itu," kata pemain berusia 33 tahun seperti dikutip oleh Goal (13/12/2018).

"Saya tenang karena saya tahu potensi tim ini dan potensi saya secara pribadi. Saya bisa mencetak beberapa gol dengan mudah, tetapi ini adalah sepakbola, kami hanya harus mulai fokus pada pertandingan berikutnya."

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==